Malam membayang di Kurusetra,
rembulan perak di atas randu,
mayat mayat dalam pelukan gangga dan yamuna
hanya tersisa onggokan kereta, pedang, panah,
sisa perang siang tadi.
Sesosok bayang melintas,
dalam pancaran rembulan perak,
indah semampai setara cantik rembulan.


Kemarilah, Raden.
nikmati tubuhku malam ini sebagai penghilang penat siangmu.
Wajah cantik,
rambut panjang bak mayang mengurai,
kulit langsat, bibir merekah, pipi merona,
cinta yang tak bertepian hanya untukmu.

Putri, menikahlah denganku.
Tidak! Aku sudah bersuami.
Tapi engkau mencintaiku.
Cinta saja tak cukup, Raden.
Aku butuh lelaki setia.
Setia? Bukankah engkau telah menduakan suamimu
bahkan sejak engkau belum bersuamikan dia?
Ya, Raden.
Aku memang mencintaimu.
Tapi aku bukan Srikandi ataupun Subadra.
Tak mungkin aku membagi suamiku dengan perempuan lain.”
Putri…
Raden, cukuplah kita seperti apa adanya kita.
Dengan begini, aku takkan pernah menjadi perempuan yang engkau khianati.

Kurusetra lengang.
Semua prajurit dan panglima terlelap dalam mimpinya
Dua sosok bayangan, di bawah pohon randu, dalam dekapan rembulan perak
menghabiskan malam dalam panas smaradahana,
biarlah cinta begini adanya:
Arjuna-Banowati.


(inspirasi dari petikan kisah Mahabharata)

7 komentar:

Dadang Kusnandar mengatakan...

sepenggal kisah mahabharata dalam larik puisi.......

: salam kenal

Dian Khristiyanti mengatakan...

Salam kenal juga Mas...
terima kasih apresiasinya...
juga kunjungannya :)

Grimponodahyono mengatakan...

ahh si banowati itu selalu salah tingkah jika datangs si arjuna,bahkan berharap jadi istrinya saat meninggalnya duryudana atau si kurupati,,
salam

Dian Khristiyanti mengatakan...

Bagi pemuja cinta, ini adalah lambang kesetiaan pada belahan jiwa. Namun, kenyataannya, Banowati adalah lambang peselingkuh sejati. Bukti bahwa perselingkuhan sudah ada sejak zaman baheula ya Mas Grim.
Di sisi lain, kita juga melihat sisi baik seorang duryudana yang selama ini dikenal sebagai tokoh antagonis di Mahabaratha.
Terimakasih sudah singgah. :)

Grimponodahyono mengatakan...

betul itu mba,saya senng sekali dgn kisah2 mahabarata ataupun ramayana mba dan tentu banyak budi luhur dan teladan dari sana,,
ternyata cinta itu menghalalkan segalanya biarpun sudah jadi istri orang tuh si arjuna banowati ttp aja suka mencuri2 ketemuan mba,,

Dian Khristiyanti mengatakan...

Dan kisah cinta yang ada dalam pewayangan memang selalu menarik, apalagi kalau bentuknya masih cinta terlarang seperti itu, hehehehe...

Saya pening menulis tentang Sinta yang diragukan kesuciannya oleh Rama, tetapi masih menunggu wangsit datang.
Salam, Mas Grimpono :)

Dian Khristiyanti mengatakan...

Maksud saya pengin, bukan pening, hehehehe... :)

Posting Komentar